12 September 2009

CORETAN KRITIS


Yang paling saya sukai dari coretan Pak Yudi adalah yang berjudul "Arti Sebuah Kepuasan". Sbb :
Ketika kita dihadapkan pada sebuah masalah, tentang kurangnya penerimaan masiswa baru pada sebuah perguruan tinggi, katakanlan, tempat saya mengajar di Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri, sebuah pernyataan meluncur bahwa : “Promosi yang baik adalah oleh mahasiswanya sendiri yang berbicara dari mulut kemulut, dan mahasiswa mau berbicara jika mereka sudah mendapat kepuasan” sebuah pernyataan yang boleh dikatakan betul, meski saya tidak pernah dan belum mengadakan penelitian, berapa persen sih pengaruh mahasiswa terhadap penerimaan mahasiswa baru jika mereka mendapatkan kepuasan dari lembaga, saya berani memperkirakan 50% persen sangat sangat berpengaruh. Tapi kita tidak pernah berpikir apakah mahasiswa kita sudah mendapatkan kepuasan, nyatanya mungkin saja belum karena mereka masih enggan berbicara tentang almamater-nya, jika saja belum apa yang meski kita lakukan. ada berberapa hal yang saya soroti.
  1. Kurikulum : perlu pengajian ulang kurikulum, dimana Perguruan tinggi kita adalah sebuah Politeknik dengan acuan 60% praktek dan 40% teori, dan ke khas-an dari kurikulum kita harus lebih dipertegas kemana arah-nya, titik berat apa yang akan menjadi skil mereka stelah lulus kuliah, kebingungan dikalangan mahasiswa masih nampak, mereka belum tau arah kemana mereka akan dibawa.
  2. Pola Pengajaran : sistematika mengajar dari seorang dosen sedikit banyak akan mempengaruhi pemahaman mahisiswa pada materi yang diajarkan oleh dosen, jangan dikatakan bahwa anak didik kita yang tidak memahami materi berarti bodoh, sebuah anggapan yang keliru, paham dan tidaknya mahasiswa terhadap materi perkuliahan itu tergantung dari bagaimana dosen menyampaikan bahan ajar.
  3. Fasilitas : sarana praktekum, olah raga, seni dll sudahkah memenuhi syarat.
  4. Personaliti : seorang guru/dosen adalah pendidik, seorang pendidik adalah orang yang selalu berpikir idealis dan benar, berpikir benar adalah berpikir tentang kebenaran tidak berpikir “nih saya yang paling benar”, mengakui kesalahan diri sendiri dan bersikap gentle itu adalah tindakan yang benar, bersikap mengahargai mahasiswa dan berbicara sopan itu yang diharapkan mahasiswa. sudahkah kita mempunyai ciri bahwa kita adalah seorang pendidik, status kita sebagai pendidik mungkin masih jauh yang ada hanya sebagai pengajar dimana kita hanya memberikan ilmu dan skil kepada mahasiswa.
  5. Pelayanan : Sudahkah kita melayana mahasiswa dengan baik, seluruh unsur/elemen yang membentuk politeknik ini sudah saatnya kita memberikan dan penghormatan yang lebih kepada mahasiswa.
Perlu kajian secara khusus, bagaimana caranya Politeknik ini memberikan kepuasan kepada mahasiswa, mari kita bicarakan bersama duduk bersama dan tidak berpikir “saya yang paling benar”.
Untuk seluruh mahasiswa, mari kita berjuang untuk kemajuan Politeknik TMKM yang kita cintai ini, jangan segan dan jangan ragu berbicaralah kepada rekan bahwa kita kuliah di Politeknik TMKM, dan tunjukanlah bahwa kita punya keahlian.
written by Yudi Nugraha ST
Di tambah lagi dengan saran dari Bu Dian :
Benar bapak, bahwa kita dari sekarang harus punya “the power of product”. Artinya jika produk kita mempunyai kekuatan, ga perlu promosi gede-gedean, orang akan nyamperin sendiri. Karena yang merasakan produk kita adalah konsumen, yang notabene konsumen Politeknik TMKM adalah mahasiswa, produk dari Politeknik juga salah satunya mahasiswa (jika telah jadi output/alumni), tapi didukung oleh “ramuan” atau komposisi dari Politeknik itu sendiri, seperti kurikulum, fasilitas, SDM (pengajar dan stafnya), metode pembelajaran. Hal ini mungkin sebagai bahan berpikir kita..bahwa mahasiswa hanya bisa berpromosi ke dunia luar tentang Politeknik hanya dari segi biaya MURAH!!!! dari kualitas??????tau dah…..so…mohon dukungan semua pihak, staf struktural, DOSEN jangan hanya jadi pengajar saja dong, selesai kuliah pulang, PR kita masih banyak….liat tuh mahasiswa berkoar-koar, ayo bareng2 instropeksi diri, yang ngaku civitas akademika, jangan manyun aja, berjuang yuk, majuin Politeknik ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Self

Foto saya
Cikampek, JABAR, Indonesia
Saya pernah di tanya oleh atasan saya, “kamu kuliah sudah bisa apa?”. Saat itu adalah saat yang paling menyakitkan buat saya.. Dengan mengandalkan gaji untuk bisa kuliah seakan2 dia tidak menghargai perjuangan ini. Saat itu saya kembali berpikir, bangku perkuliahan merupakan sarana untuk menjadikan SDM yang mampu menghasilkan uang dlm mencukupi hidup. Tapi, “Apa yg saya dapatkan dari bangku pkuliahan?”.